CSIRO Mengusulkan Penggunaan Air Tanah Saline untuk Keamanan Air Australia Barat
Karena sumber daya air tawar semakin tertekan, para ilmuwan mengalihkan perhatian mereka ke solusi potensial yang diabaikan: air tanah asin.ketika diolah dengan benar melalui desalinasi, dapat menjadi sumber air tambahan yang penting di daerah yang rentan terhadap kekeringan.Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia (CSIRO) memimpin upaya penelitian untuk membuka sumber daya ini, terutama di Australia Barat yang kekurangan air.
Air tanah berair air dengan salinitas lebih tinggi dari air tawar tetapi lebih rendah dari air laut sudah lama diabaikan karena kegunaannya yang terbatas.nilai strategisnya menjadi jelasMelalui desalinasi, air tanah asin dapat diubah menjadi air minum yang cocok untuk minum, pertanian, dan penggunaan industri.
Dibandingkan dengan sumber air tawar, air tanah berair lebih luas didistribusikan dan berlimpah, terutama di daerah kering dan semi kering.termasuk biaya desalinasi, pembuangan air garam, dan dampak lingkungan.
CSIRO, bekerja sama dengan Otoritas Jaringan Air Nasional Australia, sedang melakukan penilaian komprehensif sumber daya air tanah asin di Australia Barat.
- Mengumpulkan data yang ada tentang lokasi, kualitas, dan cadangan air tanah asin ke dalam basis data yang terpadu
- Mengevaluasi potensinya sebagai sumber air alternatif untuk meningkatkan keamanan air regional
- Mengevaluasi teknologi desalinasi yang ada dan yang muncul bersama dengan solusi manajemen air garam
- Menjelajahi pilihan energi terbarukan untuk pembangkit listrik desalinasi
- Mempekerjakan para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan penelitian dengan kebutuhan praktis
Tim CSIRO telah mengumpulkan data air bawah tanah yang luas dari berbagai lembaga Australia Barat.Para peneliti mengembangkan alur kerja pemrosesan standar untuk menciptakan, basis data air tanah asin berkualitas tinggi yang akan mendukung analisis dan pemodelan di masa depan.
Desalinasi tetap menjadi langkah penting dalam memanfaatkan air tanah asin. CSIRO sedang mengevaluasi teknologi arus utama termasuk reverse osmosis (RO), elektrodialisis (ED),distilasi flash multi-tahap (MSF), dan distilasi multi-efek (MED), bersama dengan metode baru seperti osmosis ke depan (FO) dan distilasi membran (MD).
- Efisiensi desalinasi (output air per unit energi)
- Biaya operasional (peralatan, pemeliharaan, energi)
- Dampak lingkungan (pengeluaran garam, penggunaan bahan kimia)
- Kematangan teknologi dan keandalan
Metode tradisional seperti injeksi sumur dalam, penguapan permukaan, atau pembuangan laut membawa risiko lingkungan.CSIRO sedang memeriksa pendekatan alternatif:
- Teknologi pembuangan cairan nol yang memulihkan garam melalui penguapan atau elektrodialisis
- Metode pemulihan sumber daya untuk mengekstrak mineral berharga (misalnya, natrium klorida, magnesium klorida)
- Pengolahan ramah lingkungan menggunakan lahan basah yang dibangun atau sistem berbasis ganggang
Mengingat permintaan energi yang tinggi dari desalinasi, CSIRO sedang menyelidiki integrasi energi terbarukan untuk mengurangi biaya dan emisi karbon.Tim ini sedang menilai sumber daya matahari dan angin Australia Barat untuk menentukan potensi mereka untuk pembangkit listrik desalinasiSolusi penyimpanan energi seperti baterai atau pompa hidro juga sedang dieksplorasi untuk mengatasi intermitensi energi terbarukan.
Untuk memastikan relevansi praktis, CSIRO telah melakukan wawancara ekstensif dengan lembaga pemerintah, industri, dan perwakilan masyarakat di Australia Barat.Diskusi ini telah memperjelas kebutuhan informasi khusus mengenai permintaan air, preferensi teknologi, dan ekspektasi kebijakan
Dijadwalkan selesai pada tahun 2025, proyek ini akan menghasilkan beberapa laporan utama:
- Peta sumber daya air tanah berair untuk Australia Barat
- Evaluasi komprehensif teknologi desalinasi dan pengelolaan air garam
- Studi kelayakan tentang desalinasi bertenaga energi terbarukan
- Rekomendasi strategis untuk pengembangan perairan bawah tanah bersalju
Temuan ini akan memberikan dukungan teknis penting dan panduan kebijakan untuk strategi keamanan air Australia,berpotensi menawarkan solusi berkelanjutan untuk kelangkaan air yang disebabkan oleh perubahan iklim.
Meskipun menjanjikan, pemanfaatan air tanah asin menghadapi tantangan yang terus berlanjut:
- Keterbatasan teknologi dalam efisiensi dan biaya desalinasi
- Biaya modal dan operasional yang signifikan
- Keprihatinan lingkungan mengenai pembuangan garam
- Kebutuhan kerangka peraturan yang komprehensif
Seiring kemajuan teknologi, penurunan biaya, dan kebijakan yang matang, air tanah berair dapat muncul sebagai suplemen air tawar penting di seluruh dunia.Penelitian dasar CSIRO menempatkan Australia sebagai pemimpin dalam mengembangkan sumber daya yang kurang dimanfaatkan ini.